Bulan November 2025 lalu, Steam memperkenalkan produk hardware terbaru mereka yaitu Steam Machine. Kalau harus dijelaskan secara singkat, kubus kecil ini adalah PC Gaming dengan spesifikasi mid-range yang punya Steam-OS berbasis Linux. Meskipun banyak yang mengira produk ini dijual dengan harga terjangkau, realitanya mungkin berkata lain setelah rumor harga untuk hardware ini beredar.
Rumor ini muncul lewat dalam database retail toko di Republik Ceko. Menurut laporan TKTK, ketika dikulik, data Steam Machine ternyata punya informasi harga untuk hardware tersebut. Tercantum bahwa harga untuk Steam Machine dengan kapasitas US$950 (Rp16 juta) untuk kapasitas memori 512GB, dan US$1070 (Rp18 juta).
Sebagai perbandingan, untuk harga setara kamu umumnya bisa mendapatkan PC dengan RAM 32GB dan memori 1TB. Jadi harga tersebut untuk spesifikasi yang lebih rendah tentu jadi nilai minus untuk mereka yang tertarik.
Tentu saja, karena bukan angka resmi dari Valve, harga tersebut masih sebatas rumor dan spekulasi. Selain itu karena ini adalah harga retail di negara Eropa yang posisinya adalah reseller tidak resmi. Artinya bisa saja harganya sudah di-mark-up setelah biaya impor dan juga margin keuntungan.
Meskipun memang menarik, harga Steam Machine memang jadi tanda tanya dan kekhawatiran tersendiri untuk banyak orang. Banyak yang mengaku tidak akan pikir panjang untuk membeli jika PC tersebut dijual dengan kisaran harga US$500 hingga US$700. Namun melambungnya harga RAM dan GPU untuk PC konsumen akibat inisiatif AI membuat ekspektasi tersebut jadi mimpi. Bahkan manufaktur PC seperti Steam Machine juga bisa saja kena dampak dari kenaikan harga ini, yang berarti produk yang terbatas dan/atau harga yang lebih tinggi dari semestinya.
Semoga saja harga ini masih sebatas spekulasi dan bisa lebih murah.