RIOT Games akhirnya merilis game fighting mereka yaitu 2XKO. Game ini sudah bisa dimainkan di PC dan juga console secara gratis. Sayangnya, belum sebulan rilis, RIOT Games mengumumkan memecat total 80 pegawai yang terlibat di game ini.
Pemecatan tersebut diumumkan langsung oleh executive producer Tom Cannon lewat situs resmi RIOT Games. Ia mengatakan bahwa setelah rilis, ia bisa melihat tren dan cara pemain berinteraksi dengan 2XKO. Namun momentum untuk game tersebut tidak sesuai dengan keinginan. Ini membuat RIOT Games tidak perlu tim yang terlalu besar untuk menopang game tersebut. Kalau dibaca dengan seksama, pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa game-nya tidak mendapatkan jumlah pemain aktif yang diinginkan.
Meskipun begitu, RIOT Games tetap berkomitmen untuk membawa 2XKO ke ranah kompetitif. Tahun ini, mereka mengaku akan hadir di banyak turnamen game fighting.
Kisah pengembangan 2XKO sendiri memang tergolong tidak mulus. Awalnya game ini diberi nama sementara Project L, diumumkan di tahun 2019 berbarengan dengan game lain seperti Project A yang sekarang bernama VALORANT. Executive Producer-nya yaitu Tom Cannon juga sebelumnya bekerja di Radiant Entertainment, developer yang merilis game Rising Thunder. Melihat reputasi itu saja, banyak yang optimis bahwa 2XKO akan membawa angin segar baru ke game fighting.
Sayangnya ketika VALORANT rilis satu tahun setelah diumumkan, Project L tidak kunjung rilis. Kabarnya game ini mengalami banyak perubahan konsep sehingga harus melewati proses pengembangan yang sangat lama. Tahun 2024 nama 2XKO resmi diumumkan, pertengahan 2025 invited beta dimulai, dan 20 Januari 2026 game-nya akhirnya rilis.
Sayangnya tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah game. Animo dan antisipasi pemain pastinya memudar. Apalagi di ranah game fighting Capcom hadir dengan Street Fighter 6 yang bisa dibilang memonopoli genre ini hingga sekarang.