Setelah akuisisi oleh Sony, turnamen game fighting terbesar di dunia yaitu EVO terlihat mulai melakukan ekspansi. Tahun ini misalnya, EVO untuk pertama kalinya diadakan di Perancis, satu lokasi baru setelah Jepang dan Amerika Serikat. Namun siapa sangka di tahun 2027 mereka akan menambah hingga lima lokasi baru.
Lewat pengumuman resminya, EVO memperlihatkan rencana mereka di tahun 2027. Terlihat dalam rencana itu bahwa selain tiga lokasi yang sudah ada saat ini, EVO akan hadir di lima lokasi baru yaitu Singapura, Maroko, China, Brazil, dan Arab Saudi. Lima lokasi di lima benua yang berbeda. Ditambah tiga lokasi yang ada saat ini, EVO bisa dibilang akan mengelilingi dunia di tahun 2027.

Rencananya tidak berhenti di situ saja. Selain mengunjungi lokasi di seluruh dunia, EVO juga akan mengadakan satu lagi turnamen puncak yaitu Fighting Game World Championship. Namun ini bukan sekedar turnamen yang mempertemukan semua pemain terbaik di berbagai EVO. Turnamen puncak ini menuntut pesertanya untuk bisa bermain di lebih dari satu game fighting. Tentu saja pertanyaan besar yang masih belum dijawab adalah game apa saja yang akan diadu dan seperti apa format dan seleksi pesertanya.
Tanggapan dari penggemar jelas beragam. Satu hal positif yang tidak bisa dipungkiri adalah akhirnya EVO bisa dicapai oleh lebih banyak orang di seluruh dunia. Sebelumnya, hadir di EVO adalah mimpi yang mustahil untuk beberapa orang. Terbang ke Amerika Serikat bukanlah hal yang mudah dari segi finansial maupun waktu. Jadi pemain di Asia Tenggara atau Afrika bisa menikmati turnamen dengan brand EVO tanpa komitmen biaya dan waktu yang besar tentu adalah berita yang baik.
Hanya saja ‘EVO ada di mana saja’ juga mengurangi prestise EVO itu sendiri. Sebelumnya EVO dianggap sebagai turnamen puncak karena hanya diadakan satu kali dalam satu tahun, punya peserta hingga puluhan ribu orang, dan mempertandingkan sangat banyak judul game. Karena sekarang ada di mana saja, prestise itu tentu saja hilang. Selain jadi lebih mudah diakses, beberapa pemain tentu jadi lebih selektif menentukan EVO mana yang akan mereka hadiri. Artinya untuk penonton tidak semua EVO bisa menjanjikan pemain-pemain terbaik dari seluruh dunia.
Tentu saja, prestise yang turun itu ditutupi dengan satu turnamen puncak yang harusnya menghadirkan tidak hanya pemain-pemain terbaik, tapi juga multi-talenta. Namun harus bermain banyak game menjadikan turnamen tidak untuk semua orang, padahal EVO adalah tempat pemain dari berbagai game berkumpul di satu tempat.