Seperti halnya Pokemon dan Digimon, Monster Rancher juga adalah salah satu series monster collecting yang muncul di akhir tahun 90-an. Artinya series ini juga punya anime dan game yang fokus ke monsternya. Selain itu pastinya Monster Rancher juga punya beberapa game spin-off seperti Hop-A-Bout dan Battle Card.
Monster Rancher Battle Card pertama kali dirilis di Game Boy Color dan berakhir mengecewakan. Namun Tecmo juga merilis Battle Card Episode 2 di Playstation dengan visual dan presentasi yang jauh lebih bagus. Kalau membahas Monster Rancher Battle Card, mayoritas penggemar akan merujuk ke Episode 2 ini. Lantas, apakah game-nya seru? Jawaban singkatnya adalah lumayan, tapi sama seperti banyak game kartu single player di zamannya, game-nya tergolong grindy.
Mengumpulkan Kartu Demi Menyelamatkan Asisten

Cerita Monster Rancher Battle Card berawal ketika kamu sedang ulang tahun Colt, asistenmu di Monster Rancher 2. Ternyata di universe Monster Rancher ada kegiatan sampingan yaitu Battle Card. Colt ternyata punya banyak koleksi, dan dari hadiah ulang tahun ia bisa menata semua koleksinya di kepingan batu yang unik. Ternyata batunya itu punya kekuatan khusus. Colt dan kartu-kartunya hilang, konon ke Monster Paradise. Nah, demi menyelamatkan Colt, kamu punya misi mengumpulkan semua kartu monster buat menyusul ke Monster Paradise.
Cerita dan misi akhir ini hampir tidak memiliki urgensi sama sekali. Sepanjang cerita kamu lebih fokus berinteraksi dengan dunia di bawah langit dan karakter-karakternya yang tidak tahu dan tidak terlalu peduli dengan Colt. Karena memang cuma pemanis, cerita dan karakter di Monster Rancher Battle Card termasuk biasa aja, tapi ada daya tarik tersendiri.

Kamu seakan-akan hidup di scene Battle Card kompetitif. Karakter-karakter di game ini ibaratnya adalah pemain terdaftar dan punya ranking sesuai prestasi mereka di turnamen. Mereka juga punya tim atau guild sendiri, dan masing-masing karakter juga punya kepribadian yang berbeda. Kamu bakal bertemu dengan semua karakter lewat skenario yang beda sebelum ditantang untuk bertanding. Ada yang bertanding karena memang butuh teman latihan, ada juga yang mengajak tanding untuk menyelesaikan konflik. Karena kamu adalah orang baru, kamu akan bertemu pemain-pemain ranking bawah dulu dan harus menaikkan ranking di turnamen sebelum bisa dilirik oleh pemain-pemain yang lebih kuat.
Apakah personality dan interaksi karakter ini penting untuk game kartu? Tidak juga, toh begitu mulai main kartu kamu mungkin juga tidak akan peduli. Namun ini paling tidak ini membuat dunia di Monster Rancher Battle Card 2 lebih hidup. Beberapa interaksi karakternya menarik, dan mungkin kamu suka atau benci dengan karakter tertentu. Lalu kalau karaktermu tidak ada, kamu bisa membayangkan seperti apa kesibukan di dunia ini dan para penghuninya. Sayangnya setelah bertemu satu kali kau tidak akan bakal pernah berinteraksi dengan karakter yang sama selain di turnamen atau pertandingan.
Musik Kece, Visual Terbatas

Dari segi presentasi, secara visual, Monster Rancher Battle Card 2 bisa dibilang sangat terbatas. Dunianya tidak lebih dari sekadar peta dan latar belakang. Dialog karakter juga hanya disampaikan lewat kotak dialog ala visual novel, dan model karakternya cuma sebatas sampai bahu. Satu-satunya karakter yang mendapatkan ilustrasi full body adalah asistenmu, itupun setelah credit roll alias ketika game-nya sudah tamat.
Ketika bertanding visualnya juga terbatas. Animasi draw kartu atau atau memainkan kartu cukup oke, tapi yang kurang adalah di animasi serangannya. Game-nya hanya mengambil ilustrasi dari kartunya, lalu digeser sesuai dengan jurusnya. Tidak ada gerakan, efek unik serangan di atas meja, atau animasi tambahan lain. Lalu karena transisi dan animasi serangannya bisa lama, saya yakin lama-lama kamu juga bakal menon-aktifkan animasinya.
Satu-satunya bagian presentasi yang lebih niat adalah musiknya. Menurut saya ketika sedang tidak bertanding musik di Monster Rancher Battle Card 2 ini oke, tapi begitu bertanding musiknya jadi seru. Beberapa kartu juga mengubah kondisi pertandingan, dan musiknya juga berubah. Lalu ketika salah satu pemain hampir kalah, musiknya juga makin intens, menambah keseruan ketika bermain.
Gameplay Oke Dengan Banyak Opsi Strategi

Gameplay Monster Rancher Battle Card 2 sebenarnya cukup seru. Satu deck punya tiga kartu monster plus total 50 kartu jurus dari tiga monster itu. Masing-masing monster punya darah atau HP yang beda, dan untuk menang biasanya kamu harus nge-KO tiga monster lawan.
Ketika bertanding, masing-masing punya satu sumber daya bernama GUTS. Ini poin yang akan dipakai untuk memainkan kartu, mirip seperti energi atau mana di banyak game kartu lain.
Ketika bertanding, pemain akan mengambil giliran bergantian. Dalam satu giliran, setelah draw sampai memegang total 5 kartu, pemain bisa menyerang dengan kartu serangan yang ada di tangan kalau punya GUTS yang cukup. Tentukan target serangan di mana, lalu lawan diberi kesempatan untuk menggunakan kartu defense. Setelah itu hasil serangannya resolve atau diperlihatkan di layar.
Setelah fase menyerang, pindah ke fase GUTS. Pemain bisa memilih kartu di tangan untuk di-discard dan dijadikan GUTS agar bisa menyerang lagi di giliran berikutnya. Setelah itu gilirannya pindah ke pemain lawan dengan proses yang sama.

Poros utama game-nya adalah bagaimana kamu bisa memaksimalkan penggunaan GUTS untuk menjalankan strategi deck. Menyerang terus-terusan akan mustahil karena GUTS terbatas, belum lagi lawan bisa aja punya kartu Defense. Jadi ada mind-game dan knowledge check untuk pemain.
Ngomong-ngomong deck, monster yang kamu bawa akan menentukan potensi strategi yang bisa kamu pakai. Karena kartu yang bisa kamu bawa pastinya kartu serangan dan Defense punya monster tersebut. Untungnya, masing-masing monster juga punya banyak opsi kartu yang membuka banyak tim dan strategi.
Pixie misalnya, bisa jadi monster agresif karena punya banyak kartu serangan yang murah, tapi bisa jadi monster defensif yang tidak bisa disentuh karena kartu Defense yang bagus. Sementara Durahan punya banyak kartu serang yang bagus, tinggal pilih apakah kamu mau serangan Intelligence atau Power. Plant punya banyak kartu yang mengunci lawan, tapi punya kartu serangan yang murah juga untuk bermain cepat dan agresif.

Deck-mu juga bisa diisi dengan kartu Any Monster atau Breeder. Ini adalah kartu netral yang tidak kekunci ke satu monster. Beberapa di antaranya penting, misalnya yang krusial adalah kartu Environment yang membuat arena pertandingan punya efek khusus. Semua damage naik satu poin, tidak bisa menggunakan serangan GUTS kecil, tiap monster kena 1 damage setiap akhir giliran, dan masih banyak lagi.
Semua kartu ini membuat opsi deck building-mu jadi sangat luas. Apapun gaya main dan strategi yang kamu pakai bisa dibuat jadi deck di sini. Agresif dengan chip damage, agresif dengan damage besar, midrange, sampai lockdown yang menang dengan menguras deck lawan. NPC yang jadi lawan juga memberikan tantangan dan memperkenalkan strategi-strategi yang beda.
Gabut Menunggu Kartu Phoenix

Kalau dimainkan seperti biasa sih, awal-awal Monster Rancher Battle Card 2 sebenarnya lumayan seru. Ketika mulai kamu akan diberikan deck alakadar, ketemu NPC dengan deck yang beda, dapat kartu baru, optimalkan deck yang ada atau buat deck baru, mungkin ikut turnamen untuk menambah koleksi, lalu ketemu NPC baru lagi, sampai akhirnya kamu punya semua kartu monster.
Nah, mengumpulkan kartu ini yang membuat Monster Rancher Battle Card 2 lama-lama jadi terlalu grindy. Jadi, semua kartu monster bisa dibilang cukup mudah didapat. Beberapa NPC akan memberikan kartu monster, dan kamu bisa ikut turnamen untuk mendapatkan kartu monster yang masih bolong.
Kecuali satu: Phoenix. Kartu ini hanya bisa didapatkan di satu turnamen yang hanya diadakan setahun sekali. Turnamennya berbasis tim, dan game-nya didesain kalau tim kamu tidak akan juara kecuali kamu sudah mengoleksi semua kartu monster yang lain. Jadi tergantung progres, ada kemungkinan kamu akan sampai ke titik di mana kamu sudah punya semua kartu kecuali Phoenix. Hanya saja karena turnamen yang memberikan kartu Phoenix hanya setahun sekali, kamu akan menunggu sambil mungkin bertanding lawan NPC untuk melengkapi koleksi.
Soal melengkapi koleksi juga sekali lagi kamu harus berharap mendapatkan kartu yang kamu cari ketika menang melawan NPC. Kalau tidak berarti tantang lagi keesokan harinya. Setelah tamat, game-nya juga masih punya konten lanjutan dan memperkenalkan beberapa kartu monster campuran. Sayangnya konten ceritanya tidak banyak, jadi sekali lagi isinya mayoritas grinding untuk melengkapi koleksi. Oke sih untuk sekalian eksperimen deck, tapi namanya game single player pengalamannya akan tetap terasa kosong kalau tidak ada cerita yang memberikan motivasi lebih.
Sebagai yang suka Monster Rancher dan game kartu, Monster Rancher Battle Card 2 sebenarnya cukup menarik. Mekanik dan pengalaman gameplay-nya seru dan beda dari game battle card single player dari series monster lain. Basis visualnya sebenarnya charming tapi jelas terlihat punya keterbatasan, tapi musiknya menutupi kekurangan itu. Sayangnya sama seperti game kartu single player lain, game-nya grindy bahkan untuk sekedar ditamatkan. Terlepas dari itu, kalau kamu cukup sabar dan suka mengulik deck unik, kartu-kartu di Monster Rancher Battle Card 2 menurut saya layak dicoba.